Mendedah Makna Mimpi

Mendedah Makna Mimpi


Rama menggeliat. Hari ini ia bangun lebih awal dari biasanya. Matanya menyala, memberi kesan ceria pada wajahnya yang terlihat mengilat berminyak. Diraihnya smartphone di samping bantal, dipencet-pencet beberapa kali. lalu mengalun pelan Risalah Hati dari Dewa 19.

Rama tertegun. Sudah empat kali ia bermimpi tentang Ahmad Dani, idolanya. Pemilik ‘Republik Cinta Management’ itu mulai membetot perhatian Rama saat ia mulai terobsesi untuk menjadi musisi andal. “Ya, saya pasti bisa seperti dia,” ujarnya.

Tak pelak, mimpi keempat ini membuat angan Rama melambung semakin tinggi. Ia berharap suatu hari benar-benar dapat bertemu ketua juri ajang pencarian bakat X-Factor Indonesia tersebut. Dengan sentuhan tangan dingin sang idola, ia yakin cita-citanya untuk menjadi musisi papan atas bisa terwujud.

Di sisi lain, Rama sebenarnya tidak begitu yakin mimpinya mengandung arti seperti yang ia harapkan. Bisa jadi itu hanya sekedar bunga tidur yang tak memiliki makna apapun. Tak ingin berdebat dengan diri sendiri, siangnya Rama meluncur ke basecam Komunitas Anak Indigo yang ia kenal.

“Dalam mimpi itu, Dani ngobrol nggak sama kamu?” tanya Andrew, salah satu anak indigo yang menemui Rama.
“Nggak pernah. Mimpi yang pertama dulu, dia justru nyuruh bodyguard-nya nakut-nakutin saya agar mau jadi saudaranya. Mimpi yang kedua kayak detektif, saya dan dia jadi partner untuk membongkar sindikat cukai rokok.... Mimpi yang ketiga lupa, lalu mimpi yang keempat dia bawa Al dan Safia mengunjungi tempat bisnis barunya,” jawab Rama.
“Berarti semua berawal dari mimpi pertamamu. Kamu akan selalu mimpi seperti itu selama kamu terus mengingatnya,” kata Andrew.
Rama melongo. Mukanya berubah sedikit muram, seperti kurang puas dengan jawaban tersebut. “Begitu ya? Memang susah sih ngelupain. Mungkin ada perasaan bangga karena mimpi ketemu artis besar,” gumam Rama.
“Jangan berlebihan memaknai mimpi. Anggap saja bunga tidur. Mimpi itu memang anugrah dari Yang Maha Kuasa, tapi apakah kamu mau bermimpi selamanya?” sahut Andrew lagi.
Rama mengangguk dan berusaha mencerna kalimat Andrew. Mungkin Andrew benar, mimpi itu sekedar bunga tidur. Tetapi sebagai pemuda yang lahir dan dibesarkan pada lingkungan Jawa, Rama yakin bahwa ada mimpi-mimpi tertentu yang merupakan simbol atau isyarat untuk kejadian atau kehidupan yang akan datang.

Misalnya; orang yang bermimpi buang air besar, maka ia akan kehilangan barang berharga. Mimpi melihat perayaan meriah akan ada kesedihan atau berita duka, mimpi gigi tanggal akan kehilangan orang yang dicinta, dan masih banyak lagi isyarat yang konon bisa hadir lewat mimpi.

Terlepas benar dan tidaknya ramalan mimpi tersebut, semua kembali ke pribadi masing-masing. Tidak ada larangan bagi seseorang untuk mempercayai makna sebuah mimpi. Nyatanya, calon walikota Bandar Lampung (incumbent) Herman HN, mengaku memilih Yusuf Kohar sebagai teman duetnya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015, juga karena mendapat petunjuk lewat mimpi. (*)
Written by: Oktavia Lee
Madamvia, Updated at: 11:09 AM

0 comments:

Back To Top